Politics

GLIKOGENOLISIS ADALAH PDF

Makalah glikogenesis Glikogenolisis Glukoneogenesis Kel 1 – Proses Glikogenolisis, Glukoneogenolisis, Lipolisis, Dan Lipogenesis. BIOKOMIA. glikogenolisis glycogenolysis (gli ́ ́kuo-jue-nol ́u1-sis) the protein terkonjugasi di mana kelompok nonprotein adalah karbohidrat (yaitu, molekul gula);. Glikogenolisis glycogenolysis (gli ́ ́kuo-jue-nol ́u1-sis) the Glikoprotein protein conjugated di mana kumpulan itu nonprotein adalah karbohidrat (iaitu.

Author: Kelkis Zulurn
Country: Liechtenstein
Language: English (Spanish)
Genre: Personal Growth
Published (Last): 17 May 2008
Pages: 429
PDF File Size: 2.21 Mb
ePub File Size: 2.59 Mb
ISBN: 277-6-23220-625-7
Downloads: 92357
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Tocage

Glukoneogenesis Penjelasan mengenai glukoneogenesis. Metabolisme Glikogen Dan Glukoneogenesis g. Glikolisis, Siklus Krebs dan Glukoneogenesis.

Jika sel memiliki persediaan yang cukup ATP, adslah jalur dan siklus terhambat. Glikolisis menghasilkan dua senyawa karbohidrat beratom tiga dari satu senyawa beratom enam.

Secara umum proses ini dibagi dalam 2 tahap yakni tahap pertama glukosa diuraikan menjadi gliseraldehida 3-fosfat proses pemotongan rantai heksosa dan tahap kedua gliseraldehida3-fosfat diubah menjadi 3- fosfogliserol fosfat reaksi penyimpanan energi.

Lintasan ini diaktivasi di gpikogenolisis hati, oleh hormon insulin sebagai respon terhadap rasio gula darah yang meningkat, misalnya karena kandungan karbohidrat setelah makan; atau teraktivasi pada akhir siklus Cori. Penyimpangan atau kelainan metabolisme pada lintasan ini disebut glikogenosis.

Definisi lain menyatakan bahwa Glikogenesis adalah pembentukan glikogen dari glukosa. Glikogen adalah disintesis tergantung pada permintaan untuk glukosa dan ATP energi. Jika keduanya hadir dalam jumlah yang relatif tinggi, maka kelebihan insulin mempromosikan konversi glukosa menjadi glikogen untuk disimpan di hati dan sel-sel otot.

Dalam sintesis glikogen, satu ATP diperlukan per glukosa dimasukkan ke dalam struktur polimer bercabang glikogen. Glukosafosfat disintesis secara langsung dari glukosa atau sebagai produk akhir dari glukoneogenesis.

Dua hormon yang mengendalikan glikogenolisis adalah peptida, glukagon dari pankreas dan epinefrin dari kelenjar adrenal. Glukagon dilepaskan dari pankreas dalam menanggapi glukosa darah rendah dan epinefrin dilepaskan sebagai respons terhadap ancaman atau stres. Kedua hormon bertindak atas enzim glikogen fosforilase untuk merangsang untuk memulai glikogenolisis dan menghambat sintetase glikogen glikogenesis berhenti.

Glikogen adalah struktur polimer bercabang yang mengandung glukosa sebagai monomer dasar. Pertama molekul glukosa individu dihidrolisa dari rantai, diikuti dengan penambahan gugus fosfat pada C Pada langkah selanjutnya fosfat tersebut akan dipindahkan ke posisi C-6 untuk memberikan glukosa 6-fosfat, adakah senyawa persimpangan jalan.

Glukosafosfat adalah langkah pertama dari jalur glikolisis glikogen jika adalah sumber karbohidrat dan energi yang lebih lanjut diperlukan. Jika energi tidak segera diperlukan, glukosafosfat diubah menjadi glukosa untuk distribusi di berbagai darah ke sel-sel seperti sel-sel otak.

Glikogenolisis berlangsung dengan jalur yang berlainan. Dengan adanya enzim fosforilase, fosfat anorganik melepaskan sisa glukose non mereduksi ujung dalam satu persatu untuk menghasilkan D-glukose fosfat 1-fosfat. Proses glikogenolisis merupakan proses pemecahan glikogen yang berlangsung lewat jalan yang berbeda, tergantung pada proses yang mempengaruhinya. Glikogenollisis glikogen menjadi lebih kecil atau lebih besar, tetapi jarang apabila ada molekul tersebut dipecah secara sempurna. Meskipun pada hewan, glikogen tidak pernah kosong sama sekali.

Makalah glikogenesis Glikogenolisis Glukoneogenesis

Upaya untuk mempertahankan glukosa dalam konsentrasi yang memadai di dalam darah sangat penting bagi beberapa jaringan tertentu, glukosa merupakan bahan bakar yang wajib tersedia, misalnya otak dan eritrosit Murray et al.

Proses dimulai dengan molekul glukosa dan diakhiri dengan terbentuknya asam laktat. Serangkaian reaksi-reaksi dalam proses glikolisis tersebut dinamakan jalur Embeden-Meyerhof.

Reaksi-reaksi yang berlangsung pada proses glikolisis dapat dibagi dalam dua fase.

Pada fase pertama glukosa diubah menjadi triosafosfat dengan proses fosforilasi. Fase kedua dimulai dari proses oksidasi zdalah hingga glikoegnolisis asam laktat. Perbedaan antara kedua fase goikogenolisis terletak pada aspek energi yang berkaitan dengan reaksi-reaksi dalam kedua fase tersebut Poedjiadi, Terdapat tiga jalur penting yang dapat dilalui piruvat setelah glikolisis. Pada organisme aerobik, glikolisis adslah hanya tahap pertama dari keseluruhan degradasi aerobik glukosa menjadi CO2 dan H2O.

  AASTRA 8004 PDF

Piruvat yang terbentuk kemudian dioksidasi dengan melepaskan gugus karboksilnya sebagai CO2, untuk membentuk gugus asetil pada asetil koenzim A. Lalu gugus asetil dioksidasi sempurna menjadi CO2 dan H2O oleh siklus asam sitrat, dengan melibatkan molekul oksigen. Lintas inilah yang dilalui piruvat pada hewan aerobik sel dan tumbuhan Leehninger, glikgoenolisis Glukosa dimetabolisasi menjadi piruvat dan laktat di dalam semua sel mamalia melalui lintasan glikolisis.

Glukosa merupakan substrat yang unik karena glikolisis bisa terjadi dalam keadaan tanpa oksigen anaerob glikogenlisis, ketika produk akhir glukosa tersebut berupa laktat. Meskipun demikian, jaringan yang dapat menggunakan oksigen aerob mampu memetabolisasi piruvat menjadi asetil koenzim A, yang dapat memasuki siklus asam sitrat untuk menjalani proses oksidasi sempurna menjadi CO2 dan H2O dengan melepasan energi bebas dalam bentuk ATP, pada proses fosforilasi oksidatif Murray et al.

Titik awal glukoneogenesis adalah asam piruvat, meskipun asam oksaloasetat dan fosfat dihidroksiaseton juga menyediakan titik masuk. Asam laktat, beberapa asam amino dari protein dan gliserol dari lemak dapat diubah menjadi glukosa. Pada dasarnya glukoneogenesis adalah sintesis glukosa dari senyawa bukan karbohidrat, misalnya asam laktat dan beberapa asam amino.

Proses glukoneogenesis berlangsung terutama dalam hati. Asam laktat yang terjadi pada proses glikolisis dapat dibawa oleh darah ke hati. Di sini asam laktat diubah menjadi glukosa kembali melalui serangkaian reaksi adalqh suatu proses yaitu glukoneogenesis pembentukan gula baru. Glukoneogenesis yang dilakukan oleh hati atau ginjal, menyediakan suplai glukosa yang tetap. Kebanyakan karbon yang digunakan untuk glikogenolsiis glukosa akhirnya berasal dari katabolisme asam amino.

Laktat yang dihasilkan dalam sel darah merah dan otot dalam keadaan anaerobik juga dapat berperan glikogeholisis substrat untuk glukoneogenesis. Glukoneogenesis mempunyai banyak enzim yang sama dengan glikolisis, glikogenolisiss demi alasan termodinamika dan pengaturan, glukoneogenesis bukan kebalikan dari proses glikolisis karena ada tiga tahap reaksi dalam glikolisis yang tidak reversibel, artinya diperlukan enzim lain untuk reaksi kebalikannya.

Dengan adanya tiga tahap reaksi yang tidak reversibel tersebut, maka proses glukoneogenesis berlangsung melalui tahap reaksi lain. Reaksi tahap pertama glukoneogenesis merupakan suatu reaksi kompleks yang melibatkan beberapa enzim dan organel sel mitokondrionyang diperlukan untuk mengubah piruvat menjadi malat sebelum terbentuk fosfoenolpiruvat.

Tiga reaksi pengganti yang pertama mengubah piruvat menjadi fosfoenolpiruvat PEPjadi membalik reaksi yang dikatalisis oleh piruvat kinase. Perubahan ini dilakukan dalam 4 langkah. Reaksi ini memerlukan ATP adenosin trifosfat dan dikatalisis oleh piruvat karboksilase.

Seperti banyak enzim lainnya yang melakukan reaksi fiksasi CO2, pada reaksi ini memerlukan biotin untuk aktivitasnya. Oksaloasetat direduksi menjadi malat oleh malat dehidrogenase mitokondria.

Pada reaksi ini, glukoneogenesis secara singkat mengalami overlap tumpang tindih dengan siklus asam sitrat. Malat meninggalkan mitokondria dan dalam sitoplasma dioksidasi membentuk kembali oksaloasetat.

Kemudian oksaloasetat sitoplasma mengalami dekarboksilasi membentuk PEP pada reaksi yang tidak memerlukan GTP guanosin trifosfat yang dikatalisis oleh PEP glikogenolisix. Reaksi pengganti kedua dan ketiga dikatalisis oleh fosfatase. Fruktosa-1,6-bisfosfatase mengubah fruktosa-1,6-bisfosfat menjadi fruktosafosfat, jadi membalik glikogenolisks yang dikatalisis oleh fosfofruktokinase.

Glukosafosfatase yang ditemukan pada permulaan metabolisme glikogen, mengkatalisis reaksi terakhir glukoneogenesis dan mengubah glukosafosfat menjadi glukosa bebas. Dengan penggantian reaksi-reaksi pada glikolisis yang secara termodinamika ireversibel, glukoneogenesis secara termodinamika seluruhnya menguntungkan dan diubah dari lintasan yang menghasilkan energi menjadi lintasan yang memerlukan energi.

Dua fosfat berenergi tinggi digunakan untuk mengubah piruvat menjadi PEP. ATP tambahan digunakan untuk melakukan fosforilasi 3-fosfogliserat menjadi 1,3- bisfosfogliserat. Diperlukan satu NADH pada perubahan 1,3-bisfosfogliserat menjadi gliseraldehidafosfat. Karena 2 molekul piruvat digunakan pada sintesis satu glukosa, maka setiap molekul glukosa yang disintesis dalam glukoneogenesis, sel memerlukan 6 ATP dan 2 NADH. Glikolisis dan glukoneogenesis tidak dapat bekerja pada saat yang sama.

  ENAMORATE BIEN MIKE TUCKER PDF

Ini sebagai akibat struktur siklus asam sitrat. Asam lemak yang paling banyak pada manusia yaitu asam lemak dengan jumlah atom karbon genap didegradasi oleh enzim -oksidasi menjadi asetil-KoA. Asetil KoA menyumbangkan fragmen 2-karbon ke siklus asam sitrat, tetapi pada permulaan siklus 2 karbon hilang sebagai CO2.

Bila oksaloasetat dihilangkan dari siklus avalah tidak diganti, kapasitas pembentukan ATP dari sel akan segera membahayakan. Kebanyakan atom karbon yang digunakan pada sintesis glukosa disediakan oleh katabolisme asam amino.

Beberapa asam amino yang umum ditemukan mengalami degradasi menjadi piruvat. Oleh karena itu masuk ke proses glukoneogenesis melalui reaksi piruvat karboksilase. Asam amino lainnya diubah menjadi zat antara 4 atau 5 karbon dari siklus glikogenolisix sitrat sehingga dapat membantu meningkatkan kandungan g,ikogenolisis dan malat mitokondria.

Glikogenolisis

Dari 20 asam amino yang sering ditemukan dalam protein, hanya leusin dan lisin yang seluruhnya didegradasi menjadi asetil-KoA yang menyebabkan tidak dapat menyediakan substrat untuk glukoneogenesis. Pengaturan Glukoneogenesis Hati dapat membuat glukosa melalui glukoneogenesis dan gllkogenolisis glukosa melalui glikolisis sehingga harus ada suatu sistem pengaturan yang mencegah agar kedua lintasan ini bekerja serentak.

Sistem pengaturan juga harus menjamin bahwa aktivitas metabolik hati sesuai dengan status gizi tubuh yaitu pembentukan glukosa selama puasa dan menggunakan glukosa saat glukosa banyak. Aktivitas glukoneogenesis dan glikolisis diatur secara terkoordinasi dengan cara perubahan jumlah relatif glukagon dan insulin dalam sirkulasi. Bila kadar glukosa dan insulin darah turun, asam lemak dimobilisasi dari cadangan jaringan adipose dan aktivitas -oksidasi dalam hati meningkat.

Hal ini mengakibatkan peningkatan konsentrasi asam lemak dan asetil-KoA dalam hati. Karena asam amino secara serentak dimobilisasi dari otot, maka juga terjadi peningkatan kadar asam glikogenokisis terutama alanin. Asam amino hati diubah menjadi piruvat dan substrat lain glukoneogenesis. Peningkatan kadar asam lemak, alanin, dan asetil-KoA semuanya memegang peranan mengarahkan substrat masuk ke glukoneogenesis dan mencegah penggunaannya oleh siklus asam sitrat.

Asetil-KoA secara alosterik mengaktifkan piruvat karboksilase dan menghambat piruvat dehidrogenase.

Makalah glikogenesis Glikogenolisis Glukoneogenesis – PDF Free Download

Oleh karena itu, menjamin bahwa piruvat akan diubah menjadi oksaloasetat. Glikogebolisis kinase dihambat oleh asam lemak dan alanin, jadi menghambat pemecahan PEP yang baru terbentuk menjadi piruvat.

Pengaturan hormonal fosfofruktokinase dan fruktosa-1,6-bisfosfatase diperantarai oleh senyawa yang baru ditemukan yaitu fruktosa 2,6-bisfosfat. Pembentukan dan pemecahan senyawa pengatur ini dikatalisis oleh enzim-enzim yang diatur oleh fosforilasi dan defosforilasi. Perubahan konsentrasi fruktosa-2,6-bisfosfat sejajar dengan perubahan untuk glukosa dan insulin yaitu konsentrasinya meningkat bila glukosa banyak dan berkurang bila glukosa langka. Fruktosa-2,6- bisfosfat glikigenolisis alosterik mengaktifkan fosfofruktokinase dan menghambat fruktosa 1,6-bisfosfatase.

Bila kadar glukosa turun, peningkaan glukagon mengakibatkan penurunan konsentrasi fruktosa-2,6-bisfosfat dan penghambatan yang sederajat pada glikolisis dan pengaktifan glukoneogenesis. Gadjah Mada University Press. Remember me Forgot password? SITE To ensure the functioning of the site, we use cookies. We share information about your activities on the aealah with our partners and Google partners: